trigyfied is a drama queen writer..
every moment in our life is dramatic, so the description of that story is important..

Jumat, 11 Maret 2011

Sang Pembolak-balik Hati..

Wahai Sang Pembolak-balik Hati..

Bagaimana mungkin rasa A bisa menjadi B dengan begitu mudahnya..

Wahai Sang Pembolak-balik Hati..

Bagaimana bisa perubahan yang terjadi nampak begitu alami..

Wahai Sang Pembolak-balik Hati..

Insepsi apa yang Kau tanamkan hingga perubahan itu terjadi tanpa disadari..

Wahai Sang Pembolak-balik Hati..

Beritahu aku jawaban pasti karena sungguh aku tak mengerti..

posted @ Facebook on Friday, August 13, 2010 at 11:29pm

arti tatapan itu..

Jam 6???!!! Hwaaaaa…
Yayaya kemarin memang hari yang melelahkan, dan kamu memang sedang tidak solat, tapi bukan berarti harus bangun jam segini juga kaliiiiiiiiiiiii…belum mandi, belum nyiapin baju,belum nyetrika, belum nyuci piring, belum nyapu, belum belum beluuuuuuuuummmm…aku mengutuk diriku sendiri pagi itu, padahal baru bangun tidur, baru buka mata..bukannya Alhamdulillah mengucap syukur, eh malah ngedumel.

Iyalah..jam 6 baru bangun? Gila aja!!! Jam 7 ada acara penting di kampus, masa iya elat..LAGI???!!! Hadu haduuu..baiklah baiklah..keluarkan kata-kata pamungkas jika dimarahi nanti, emmmhhh… Memangnya ketepatan waktu mempengaruhi produktifitas kerja???!!!!hemmm…IYAAAAAAAAAAA…!!!hwaaaaa…parah parah..bukan kata-kata pamungkas yang bisa jadi andalan seperti biasanya. Sambil beres-beres, aku masih memikirkan kata-kata ngeles mengantisipasi jika ada yang protes akan keterlambatanku pagi ini.

Well, singkat cerita akhirnya aku mendaratkan kakiku di kampus dengan keterlambatan waktu sekitar setengah jam..dan acaranya belum dimulai!!!parahhh..
Semoga tidak ada yang protes, ada yang janggal dari pakaianku hari ini. Kentara..tapi mudah-mudahan tidak ada yang menyadarinya. Kerudung abu, kaos item sepinggang, didalamnya kaos putih sepaha, celana jeans item, tas abu-abu putih..daaaaannnn…flatshoes merah,haghag dari atas sampai bagian celananya matching, sampai pada bagian alas kaki..gubrakkkk..parah parah..biarlah, cuek aja lagi,benakku.

Aduhhh..krubuk krubukk..
Belum makan sama sekali nih..kemarin masii sempet minum susu..tadi mah gak sempet pisan..huhu
Baru beres satu materi dari up-grading hari ini,jam 10 eummm.. kabur ajah gituh??yaya..ngajakin siapa yah??aduuhhh gak tega euy ngajakin teman-teman d’lingkungan baruku ini..sendiri aja lah..CABUT!!!

Lalalala..
Akhirnya kenyang juga, kela kela..jangan dulu masuk kelas akh..gak kobe nih kerudung, ke kamar mandi dulu akh..
Dudidadidamdidam..make over kerudungnyahhhh..yap yap..
Cling cling..better than before,halah gud gud..rapih rapih..

Assalamualaikum..suaraku pelan sambil mengetuk pintu lalu masuk ke ruangan. Aku duduk ditempat duduk yang tadi aku tinggalkan. Beberapa mata sempat tertuju padaku, mungkin mengira-ngira darimana saja aku daritadi, atau hanya sekedar melihat sekilas untuk mengetahui siapa yang baru datang lalu kembali fokus keeeee..pemateri. Well, diantara semua mata, sepasang mata itu pun nampak melihat ke arahku, sepasang mata sipit itu melihat ke arahku sekilas tanpa terhenti menjelaskan materi. Astagfirullah astagfirullahhh…ganteng.

Segera aku mengetik d’layar ponselku..
“Gelo pemateri na ganteng kieu..” aku kemudian memberikan ponselku untuk dibaca teman dekatku disebelah kanan tempat dudukku, ia tersenyum lalu berkata “Bejakeun siah tri..” terlihat puas sekali. Ugh dasar cowok, hok we bilangin wani mah,haghag.

Aku kembali memperhatikannya, sumpah..tertegun ngeliatnya juga. Udah kayak orang yang skizofrenia katatonik aja, ngeliatnya juga sampe gak ngedip (halah lebay). Eittt eittt..koq bola matanya kayak yang ngeliat ke aku gitu sih???hadu haduuu jadi degdeg-an nihhh…hha. Sekitar sepersekian detik bola matanya melirik ke arahku, tetap tanpa berhenti menerangkan materi. Astagfirullah astagfirullahh..deg-degannn..

Sepintas rasa menyesal menyelimuti hatiku saat itu. Kenapa tadi pake acara keluar kelas segala? Jadinya kan gak dari awal merhatiinnya,,huhu aku dungdung. Tapi kela kela..kalo tadi gak elat, belum tentu tadi si akangnya ngeliat ke aku,,hhaha. Pikiranku menari-nari sambil kembali mengingat kejadian tadi, menggelikan.ckck

Baiklah baiklah..
Pembahasan dari contoh kasus d’atas adalah..
Ada 2 kemungkinan makna dari tatapan tadi..
Yang pertama,
Pemateri mungkin menggerutu karena ada peserta yang datangnya terlambat. Terlebih karena aku masuk begitu saja tanpa meminta izin terlebih dahulu, ucapan salamku mungkin tak didengarnya karena aku mengucapkannya terlalu pelan. Sehingga dia menatap ke arahku seolah-olah melihatku sebagai seorang anak badung yang tak tahu sopan santun.
Yang kedua,
Mungkin ini adalah efek dari aku membenarkan kerudung,,hhaha. Mungkin aku terlihat cantik saat itu.. (wkwkwkwk pitnah)
Yayaya kemungkinan pertama nampaknya lebih mendekati kasus yang sebenarnya,

Aku tak mampu membaca, menafsirkan, menyimpulkan arti dari tatapan mata..sungguh

posted @ Facebook on Tuesday, August 10, 2010 at 8:22am

Jangan bertemu,aku sudah bilang padamu..

“Ketemu yukk..” kalimat itu akan terasa jauh lebih indah seperti biasanya, andai saja tidak ada sms sebelumnya. Satu kata PUTUS mengiringi kalimat itu dengan begitu indah, untuk kesekian kalinya.
Untuk pertama kalinya aku meng-IYA-kan permintaannya untuk memutuskan hubungan. Lalu terlontar kalimat itu darinya, tertera begitu saja di layar ponselku dengan berjuta pertimbangan saat aku membacanya.

‘Untuk apa bertemu??’ benakku. Kita sudah PUTUS, dengan aku bilang IYA saat ia memintanya kali ini. Entah berapa kali ia meminta hal ini dari sejak lama..aku sudah lelah selalu dibanjiri kata itu dalam setiap sms yang dikirimnya. Aku begitu menyayanginya, sehingga selalu aku tolak dengan berbagai alasan dan selalu ku coba untuk memperbaiki semua kesalahan. Aku rasa kami bisa menjalani hubungan yang lebih baik sepertinya beberapa bulan ini, tapi ternyata..entah mengapa kata itu kembali terontar darinya. Sudah..cukup..aku muak mendengarnya, aku serasa dihantui oleh kata-kata itu jika bersamanya.

IYA..aku bilang untuk menyetujui permintaan PUTUS itu, akhirnya.
Dia memastikan dengan menanyakannya kembali, dan aku bilang IYA lagi untuk meyakinkannya bahwa aku benar-benar menyetujui permintaannya kali ini.
Saat dia memintaku untuk bertemu, aku menolaknya. Dia berkata bahwa kami harus bertemu, memastikan bahwa perasaan itu memang sudah tidak ada, sehingga kami akan siap dan dengan mantap mengambil langkah ini. Aku menolaknya, sungguh.. Sejuta alasan bahwa pertemuan itu adalah untuk memastikan perihal dirinya melontarkan kata PUTUS dan aku bilang IYA tersebut adalah bukan hanya emosi semata. Adalah kata itu benar-benar terlontar karena kami sudah tidak mampu, tidak sanggup lagi untuk melanjutkan hubungan. Well..Aku menolaknya, benar-benar menolaknya. Sungguh..jika pun kami bertemu tidak akan merubah hal apapun.

Aku mungkin tidak akan pernah menyaksikannya meneteskan air mata saat aku menolaknya mentah-mentah untuk bertemu saat itu. Keinginannya untuk memastikan, meikrarkan bahwa hubungan ini memang benar-benar telah berakhir, aku tolak begitu saja. Dia begitu sangat mudah menangis, saat menonton film sekalipun. Dia pernah menyebutkan bahwa hal yang paling bisa membuatnya bersedih adalah saat merasa ditinggalkan, mungkin juga saat menerima penolakan. Mungkin saat ini dia sedang menangis, entahlah..setidaknya dengan tidak bertemu, aku takkan melihatnya menangis, aku sungguh paling tidak bisa melihat orang menangis, terlebih jika ia menangis karena aku.

Tanpa adanya pertemuan pun aku anggap semuanya telah berakhir. Saat kata PUTUS itu terlontar, sepenggal rasa sayangku hilang terkoyak gemuruh petir secepat kilat, rasa itu tercerai bahkan lebih cepat dibanding saat halilintar menyambar bumi sekalipun..saat aku bilang “IYA”, seketika rasa itu hilang begitu saja diterpa badai jauh meninggalkannya dengan begitu mudahnya. ‘Sudah..tidak usah bertemu..tidak akan merubah apapun’ , benakku.

Beberapa bulan setelahnya aku kembali mendapatinya mengajakku bertemu, setelah kami melewati masa hubungan dengan pasangan kami masing-masing dengan hubungan yang cukup singkat. Akh..akhirnya aku mengiyakannya untuk bertemu. Entahlah..aku tak pernah mengerti alasannya untuk pertemuan ini.Tapi baiklah..kita bertemu saja. Mungkin dengan begini, akan mengakhiri effort-nya untuk mengajakku bertemu lagi.

Hari itu, kami pun bertemu. Dia memakai pakaian bernuansa biru, warna kesukaanku. Dia cantik seperti biasanya. Manis, seperti biasanya.Tapi sungguh..aku tak merasakan apapun. Dia manja, seperti biasanya. Lucu, seperti biasanya. Tapi sungguh..rasa itu telah hilang, entah kemana.

Dia menyenangkan, seperti biasanya. Dia selalu bisa membuatku nyaman saat didekatnya, seperti biasanya. Aku seakan kembali terbawa ke masa dimana dirinya adalah hal terindah yg pernah kumiliki semasa hidup. Tapi entahlah..tetap saja ada yg beda..rasa itu..hilang..entah kemana.

Pertemuan itu berakhir dengan kekecewaan yang tersirat jelas dalam wajah manisnya. Aku sungguh tak mampu lagi merasakan rasa itu..sungguh..’aku sudah tidak punya perasaan apapun lagi terhadapmu’, kalimat itu terlontar dari mulutku begitu saja. Kemudian dia berlalu, mengisakkan tangis yang hampir tidak pernah aku lihat jelas mengalir dalam pipi merahnya saat ia membelakangiku. Hanya segukan kecil yang terdengar samar saat ia berlari menjauh.

Jangan bertemu..aku sudah bilang padamu. Ini yang akhirnya terjadi, aku terpaksa harus mengungkapkan bahwa memang rasa itu telah pergi, maaf. Sungguh..jangan bertemu..bertemu pun takkan mengubah apapun. Jangan bertemu..aku sudah pernah bilang padamu.

*kisah seorang pria dengan sebuah rasa yang ditinggalkannya.

posted @ Facebook on Saturday, August 7, 2010 at 3:47pm

pertanyaan

Ada yang bilang bahwa masalah itu harus dihadapi, pada kenyataannya tidak semua masalah bisa diselesaikan walaupun sudah dihadapi sekalipun..
Ada yang bilang mengetahui kebenaran itu lebih baik walaupun pahit dan membuat sakit, pada kenyataannya tidak semua orang mampu mengatakan kebenaran untuk diketahui oleh orang yang memang berhak untuk mengetahuinya..
Begitu banyak pertanyaan dalam hidup..
Desir pasir tidak akan mampu mengungkap apa yang tersembunyi dalam hati..
Riak air takkan mampu menjawab semua kegalauan diri..
Semua pertanyaan yang terlontar takkan mampu terjawab,, semua hanya bergema mengulang kata-kata yang sama tanpa ada jawabannya..
Orang bilang semuanya akan dijawab oleh waktu..
Pertanyaannya sekarang adalah..
Kapan..???

posted @ Facebook on Saturday, August 7, 2010 at 3:10pm

pangeran

Ada kata yang tak mampu terucap hanya dengan satu tatapan mata..

Ada kalimat yang tak mampu tersampaikan oleh rangkaian kata..

Ada pesan yang tak mampu terbaca dalam suatu karya..

Ada rasa yang tak mampu terungkap hanya dengan balasan senyum sapa..

Ada dia..yang tak mampu diraih hanya dengan satu strata saja..

posted @ Facebook on Saturday, August 14, 2010 at 7:03am

cuma bisa nangis..

teringat saat jumat pagi, dimana salah satu dosen terfavorit tengah menyampaikan materi..

sedikit intermezzo tentang sebuah kisah hidup seorang pria yang mematahkan teori sebuah ‘hubungan’..

tulisan dibawah ini berasal dari seorang teman yang didapatnya dari dosen tersebut..

hanya satu kalimat yang mampu aku ucap..

“cuma bisa nangis..”

selamat membaca kawand..

>>>

apa yg sy ceritakan tidak persis seperti apa yg ada pada ceritanya…. maaf, krn memang membacanya skilas saja… tp, cerita di tulisan ini jauh lebih menyentuh… smoga jadi cermin bagi siapapun

Teman-teman ysh,

A very touching story about human being. Enjoy, dari milis sebelah.

Hera

jika ada yg pernah mendapatkan email ini, mohon maaf ya. tapi ga ada

salahnya dibaca lagi, sungguh menyentuh….Patut dijadikan panutan nih,

biar bahagia dunia akhiratDiarsipkan di bawah: Uncategorized —

adriannugraha @ 10:05 am

Eko Pratomo Suyatno, siapa yang tidak kenal lelaki bersahaja ini? Namanya

sering muncul di koran, televisi, di buku-buku investasi dan keuangan.

Dialah salah seorang dibalik kemajuan industri reksadana di Indonesia dan

juga seorang pemimpin dari sebuah perusahaan investasi reksadana besar di

negeri ini.Dalam posisinya seperti sekarang ini, boleh jadi kita

beranggapan bahwa pria ini pasti super sibuk dengan segudang jadwal padat.

Tapi dalam note ini saya tidak akan menyoroti kesuksesan beliau sebagai

eksekutif. Karena ada sisi kesehariannya yang luar biasa!!!!

Usianya sudah tidak terbilang muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah

senja bahkan sudah mendekati malam, tapi Pak Suyatno masih bersemangat

merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun.

Dikaruniai 4 orang anak.

Dari isinilah awal cobaan itu menerpa, saat istrinya melahirkan anak yang

ke empat. tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Hal itu

terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi

lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa

digerakkan lagi.

Setiap hari sebelum berangkat kerja Pak Suyatno sendirian memandikan,

membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat tidur.

Dia letakkan istrinya di depan TV agar istrinya tidak merasa kesepian.

Walau istrinya sudah tidak dapat bicara tapi selalu terlihat senyum.

Untunglah tempat berkantor Pak Suyatno tidak terlalu jauh dari

kediamannya, sehingga siang hari dapat pulang untuk menyuapi istrinya

makan siang.

Sorenya adalah jadwal memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas

maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa saja

yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa menanggapi lewat

tatapan matanya, namun begitu bagi Pak Suyatno sudah cukup menyenangkan.

Bahkan terkadang diselingi dengan menggoda istrinya setiap berangkat

tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun. Dengan

penuh kesabaran dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah

hati mereka. Sekarang anak- anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg

masih kuliah.

Pada suatu hari…saat seluruh anaknya berkumpul di rumah menjenguk ibunya–

karena setelah anak-anak mereka menikah dan tinggal bersama keluarga

masing-masing– Pak Suyatno memutuskan dirinyalah yang merawat ibu mereka

karena yang dia inginkan hanya satu ‘agar semua anaknya dapat berhasil’.

Dengan kalimat yang cukup hati-hati, anak yang sulung berkata:

“Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak

merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……bahkan

bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu.” Sambil air mata si sulung

berlinang.

“Sudah keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa

ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan

berkorban seperti ini, kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji

akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”. Si Sulung melanjutkan

permohonannya.

”Anak-anakku…Jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu,

mungkin bapak akan menikah lagi, tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian

di sampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan

kalian….*sejenak kerongkongannya tersekat*… kalian yang selalu kurindukan

hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat dihargai

dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya

seperti ini ?? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa

bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya seperti sekarang, kalian

menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang

lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit.” Pak Suyatno menjawab hal

yang sama sekali tidak diduga anak-anaknya

Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno, merekapun melihat

butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu Suyatno..dengan pilu

ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu……

Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta

untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Pak

Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah

tidak bisa apa-apa….disaat itulah meledak tangisnya dengan tamu yang hadir

di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru.

Disitulah Pak Suyatno bercerita : “Jika manusia di dunia ini mengagungkan

sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi waktu, tenaga,

pikiran, perhatian itu adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi

pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat

saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia

memberi saya 4 anak yang lucu-lucu..Sekarang saat dia sakit karena

berkorban untuk cinta kami bersama… dan itu merupakan ujian bagi saya,

apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya.

Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit…” Sambil

menangis

” Setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya hanya dapat bercerita

kepada Allah di atas sajadah..dan saya yakin hanya kepada Allah saya

percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia saya…”BAHWA CINTA SAYA

KEPADA ISTRI, SAYA SERAHKAN SEPENUHNYA KEPADA ALLAH”.

Dear my friends, that’s a true story from someone who taugh me about the

important of investment three years ago. I wish i could be someone like

him…to give all attention to family..i believe family is our precious

thing..more than money or gold

posted @ Facebook on Wednesday, December 22, 2010 at 11:27am

aku dan papah

Suatu pagi..saat aku baru saja selesai melaksanakan kewajibanku mencuci piring..

Papah : “Yu..ai beres nyuci piring tu, tutup buat ke pipa saluran airnya ditutup lagi atuh kalo udah beres dibersihin teh..”

Aku : ” Knp gitu pah? Bisi pipanya jatoh yah?”

Baiklah baiklah..kayaknya pada bingung bacanya. Aku jelaskan terlebih dahulu posisi si bak tempat nyuci piringnya. Jadi bak cuci piringnya itu memiliki tinggi sekitar 1m,panjang 1,5m n’ lebar 0,5m..berbentuk persegi panjang yang terbagi 2 di sisi kanan dan kiri. Sisi kiri cekung ke dalam sekitar 50cm-itu tempat buat nyimpen piring kotornya- sedangkan sisi kanannya rata dengan tingginya. Nah..jadi kan di dalam bak yang cekung tempat nyimpen piring kotor itu ada lubangnya, yang ditutup sm penutup yang berlubang kecil2-biar air yang tertampung bisa ngalir ke pipa berbentuk L yang ‘berdiri’ di bawah lubang itu, sementara sisa2 makanan yg gede gak ikut masuk ke pipa- nah sementara pipa yang ‘berdiri’ itu,akan mengalirkan air dari bak ke lubang yang dibawahnya ada saluran air ‘sebenarnya’ (di bawah tanah)..

Terus..penutup itu sedikitnya agak menahan pipa yg ‘berdiri’ tadi, nah kalo lubangx gak ditutup sama penutup itu,trus pipanya gak sengaja ke senggol, suka jatoh..karena gak ada penahannya. Gitu.. *pasti makin gak ngerti,wkwk.

Back to the dialogue..

Papah : “Bukan bisi pipanya jatoh..tapi sendok, garpu, suka pada masuk ke dalam pipa kalo lubangx gak ditutup tu..”

Aku : “Hehehehhhh…” *nyengir

Beberapa hariiiiiiiii setelahnya..

Aku : “Pahh..kayaknya pipa air bak cuci piring kesumbat deh..air dari baknya malah kluar lewat siku antara pipa berbentuk L itu, bukan lewat akhir pipanya..”

Papah : “Ya nanti papah liat..”

Aku : “Okay..”

Beberapa menit kemudian..setelah sepertinya papah sudah menyelesaikan tugasnya membenarkan pipa saluran air,,hhe

Aku : “Gimana pah? Pipa saluran airnya udah di benerin kah?”

Papah : “Udah..”

Aku : “Terus gimana? Kenapa cenah sampe kesumbat gitu pipanya?”

Papah : “Ada sendok 2 di dalam..”

Aku : “&*#^$$*&!@#*$*(@#$..”

posted @ Facebook on Tuesday, September 21, 2010 at 12:21am

aku dan ibu part 2

Disuatu pagi..

Ibu : “Yu..mamah mah gak ngerti..kan flash disk tu bisa nyimpen file..nyimpen data,dll. Nah trus emang kalo nyimpen file gtu,file nya gak akan patumpuk-tumpuk gitu di flash disknya???Trus gak akan ada yang hilang gtu? Atau kalo kepenuhan gmn? Cing gimana analogi nya, jelasin ke mamah..koq bisa kayak gitu, mamah mah gak ngerti kalo gak masuk di akal te..cing terangin sama ayu.. “

Aku : *berpikir keras

“Emmm…kayak gini atu Mah.. si flash disk itu d’analogikan kayak bus. Nah..si data yang mamah simpen dalam flash disk itu d’analogikan kayak penumpang. Mamah bisa masukin data ke dalam flash disk sama kayak kalo bus ngangkut penumpang. Kapasitas bus ngangkut penumpang itu istilahnya “Gigabyte” kalo d’flash disk tu. Jadi..pas mamah masukin file (penumpang) ke dalam flash disk (bus), si file (penumpang) akan berada dalam flash disk (bus) itu z ‘duduk’ kayak kalo penumpang lagi ada dalam bus we gmna. Dan mamah akan bisa masukin file (penumpang) ke dalam flash disk (bus) selama kapasitas flash disk nya (Gigabyte) masih ada. Trus kan kalo di bus mah kan penumpang yang mau keluar dr bus tu suka2 si penumpang, nah bedanya sama flash disk mah, penumpangnya gak akan bisa kluar s’enaknya, pokoknya mamah yg ngatur keluar masuknya penumpang eh file yg ada di flash disk mamah itu..gitu..gimana?ngerti gak kalo kayak gitu?”

Ibu : *mengangguk-anggukkan kepalanya

“Ooooo..Iya iya..kalo gitu mamah ngerti, hehe trus klo virus gimana?

Aku : ” Kalo virus mah gini, kan klo d’bus tu suka ada penjahat,entah pencopet atau penculik,hehe nahhh virus tu penjahatnya..makanya data mamah kadang suka ada yang kehapus sendiri kan kalo fdisk nya ada virus tu..nah kayak gtu analoginya..”

Ibu : ” Yaya..mamah ngerti sekarang mah,hehe”

Aku : ‘Susah ngobrol sama orang eksak mah..maenan nya analogi terus,,hhihi’ kataku dalam hati.

posted @ Facebook on Monday, September 20, 2010 at 11:07pm

kamu udah MATI..

Mungkin..

Aku dianggapnya hanya seonggok daging hidup tak punya hati..

Membuat dirinya mampu pergi begitu saja tanpa memberikan suatu keadaan yang pasti..

Meninggalkan rasa yang tertanam lama namun hancur begitu saja..

Seolah dirasanya tak pernah ada ikatan apa-apa diantara kami berdua..

Nista..untuk apa kembali jika hanya untuk menyakiti..?!!

Lebih baik kau ku anggap MATI agar jera hati mengemis,meminta penjelasan atas semua yang seolah kau buat ada..

posted @ Facebook on Sunday, September 19, 2010 at 11:13pm

aku dan ibu

suatu hari..aqu lupa kapan tepatnya..

aqu dan ibu berada dalam satu percakapan panjang membicarakan banyak hal..

tiba-tiba terlintas beberapa pertanyaan beruntunku pada beliau saat itu..

aqu : “mah..kalo ayu gak lulus lulus ajah kuliahnya, pi’omong’eun ya mah..?”

ibu : “iya..”

aqu : “trus nanti kalo ayu udah lulus kuliahnya, trus gak dapet dapet gawe ajah..pi’omong’eun yah mah?”

ibu : “iya..”

aqu : “trus kalo ayu udah lulus kuliah, udah dapet gawe..tapi gak nikah nikah juga..pi’omong’eun yah mah?”

ibu : “iya..”

aqu : “trus kalo ayu udah gawe, udah nikah..tapi gak punya punya anak ajah..pi’omong’eun juga yah mah?”

ibu : “iya..”

aqu : “trus nanti kalo ayu udah pnya anak..tapi gak punya punya cucu ajah..pi’omong’eun lagi yah mah?”

ibu : “iya..”

aqu : “ahh semuanya ajah pi’omong’eun.. curiga nanti kalo ayu udah tua trus gak mati mati juga pi’omong’eun deuih..hhha”

ibu hanya tersenyum mendengar ocehanku itu..aqu tak tau pasti apakah kalimat terakhir itu sempat aqu utarakan atau tidak pada beliau, yang jelas..saat aqu bertanya akan hal ” pi’omong’eun ” itu, beliau selalu menjawab ‘iya’ sambil tersenyum.

aqu lupa apakah ibu memberikan klarifikasi dari ocehanku saat itu atau tidak, yang jelas saat itu aku teringat kata-kata ibu dulu.

saat itu beliau mengatakannya menggunakan bahasa sunda, tapi akan aqu coba terjemahkan dalam bahasa indonesia.

begini kurang lebih kata-katanya.. “yu..yang namanya orang (manusia) tu, kalo gak memuji, ya menghina..”

aqu menafsirkannya seperti ini, bahwa saat kita melakukan sesuatu, pasti ada tanggapan positif atau negatif dari orang-orang, nahh..selama yang kita lakukan benar dan selalu berada di jalan-Nya..jangan takut untuk dapat kritikan dari orang lain.

so..jangan takut berbuat sesuatu yang baik, yang akan membuat kita maju, atau membuat suatu perubahan yang berguna..jangan takut omongan orang lain..kata ibu..yang namanya manusia itu kalo gak muji ya ngehina..itu mah uda kodratnya, da kita gak bisa bikin semua orang suka sama kita,pasti ada yang gak sukanya walaupun kita melakukan hal yang benar sekalipun. PRO dan KONTRA itu wajar..yang kurang ajar mah orang yang diem ajah!!! yang penting mah istiqomah we sama yg bener,hho hayu ah saling mengingatkan dan saling menguatkan untuk sabar pada kebenaran.hhe semangkA!!!

posted @ Facebook on Saturday, September 4, 2010 at 4:30pm

kehidupan

Mendapati bahwa hidup tak selalu indah..

Kini aku menapaki hidup ditiap langkahnya dengan tertatih..

Memandang hidup sebagai sesuatu yang harus ditertawakan saat ditimpa kesedihan, dan mensyukuri nikmat yang diberikan saat mengalami kebahagiaan..

Mungkin..

Kebahagiaan dunia yang fana terlihat bagai fatamorgana di tengah gurun..sangat indah..namun hilang begitu saja..

Kebahagiaan yang sejati terlihat bagai oase di padang pasir..sungguh menyegarkan..namun entah dimana keberadaannya..

posted @ Facebook on Sunday, August 15, 2010 at 2:44pm

Twitter Bird Gadget